inDDit.com

Tips Informasi Media Online Terkini

Jumat, 29 Mei 2020

Jenis-jenis Inestasi Reksadana (Mutual Funds)

Mutual funds atau reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang mudah dijalankan bahkan untuk pemula. Reksadana merupakan wadah bagi masyarakat untuk berinvestasi di mana investasi akan dipecah menjadi beberapa jenis yang bukan hanya ditanamkan pada satu perusahaan saja. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penurunan nilai.


Misalnya saham di perusahaan A turun namun saham di perusahaan B tidak akan ikut mengalami penurunan sehingga investasi di perusahaan B akan tetap aman. Nilai saham tidak akan anjlok secara keseluruhan sehingga relatif lebih aman. Reksadana dapat memberikan keuntungan yang cukup besar sehingga menarik para investor serta instrumen investasi yang mudah diakses sehingga dapat terus berkembang.

Namun sebelum mulai berinvestasi reksadana, tentukan tujuan anda melakukan investasi reksadana terlebih dahulu. Pahami tujuannya dan alasan mengapa anda memilih investasi reksadana. Seberapa banyak jumlah investasi yang ingin ditanamkan baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan menentukan hal ini maka investasi reksadana akan berjalan lebih baik karena sudah memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Jenis-jenis Mutual Funds

Terdapat 5 jenis reksadana yang harus anda pahami terlebih dahulu sebelum mulai berinvestasi reksadana. Jenis-jenis reksadana ini harus dipahami terlebih dahulu guna memudahkan anda memilih reksadana mana yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan anda.

1.       Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang merupakan investasi di mana keseluruhan dana akan ditempatkan dalam obligasi dan deposito di SBI atau Sertifikat Bank Indonesia. Jenis reksadana ini cenderung lebih aman dengan risiko yang lebih kecil namun keuntungan yang didapatkan juga lebih kecil. Jatuh tempo reksadana pasar uang kurang dari 1 tahun.

2.       Reksadana pendapatan tetap

Dana dari reksadana pendapatan tetap akan dialokasikan ke obligasi biasanya minimal 80% dnegan tingkat keuntungan yang didapatkan cukup tinggi bahkan dapat mencapai hingga lebih dari 10% per tahun.

3.       Reksadana campuran

Sesuai dengan namanya, reksadana campuran merupakan jenis reksadana sebelumnya yang digabungkan sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi yang pastinya menggiurkan. Hanya saja jenis reksadana campuran sangatlah beresiko sehingga apabila tidak memahami dengan baik cara kerjanya maka akan beresiko mengalami kerugian besar.

4.       Reksadana proteksi

Reksadana proteksi memiliki resiko yang lebih rendah dibandingkan dengan reksadana saham dan reksadana campuran karena menempatkan sebagian dananya dalam instrumen obligasi sehingga dapat memberikan perlindungan dan juga lebih aman.

5.       Reksadana index

Reksadana index hampir mirip dengan reksadana saham dikarenakan instrumen yang diperjual belikan di bursa disebut sebagai Exchange Traded Fund atau ITF dengan harga yang bisa mengalami fluktuasi sama seperti saham. Perbedaannya adalah reksadana index dikelola secara pasif yang artinya tidak ada proses jual beli yang umumnya terjadi di bursa saham kecuali jika ada yang berlangganan.

Untuk mulai berinvestasi, anda bisa membeli reksadana perdana anda melalui cabang Bank HSBC terdekat di kota anda dengan nilai mulai dari Rp 500.000. Perlu diingat bahwa bank di sini yaitu Bank HSBC hanyalah bertindak sebagai agen penjual reksadana sehingga tidak akan dijamin Bank karena merupakan produk pasar modal dan bukan produk dari bank. Reksadana juga bukan termasuk penjaminan simpanan dan objek program penjaminan Pemerintah.

Anda bahkan bisa melakukan transaksi mutual funds secara online dengan menggunakan HSBC Internet Banking. Akses dana tunai juga menjadi lebih mudah kapan saja dengan HSBC Investment Link tanpa harus mencairkan reksadana anda. 

Deskripsi : mutual funds atau reksadana terbagi menjadi 5 jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar